Kutukan Yang Menimpa Kerajaan Inggris

Kutukan Yang Menimpa Kerajaan Inggris – Kerajaan Inggris adalah sebuah negara di pulau Britania Raya, yang mencakup sekitar 2/3 bagian selatannya. Selain wilayah yang kini dikenal sebagai Inggris, kerajaan Inggris juga mencakup Wales antara tahun 15361707.

Awalnya Inggris adalah negara dengan kerajaan tertua di Eropa. Kerajaan Inggris telah berdiri sejak abad ke-9 hingga saat ini, abad 21. Sebelum menjadi Inggris Raya, pulau di barat laut Eropa itu tadinya dikenal sebagai peradaban Anglo-Saxon.

Di abad ke-5, suku Jermanik yang berasal dari daratan Eropa bermigrasi ke pulau Inggris dan menjadi peradaban Anglo-Saxon. Ada tujuh kerajaan utama di era Anglo-Saxon. Tujuh kerajaan ini akhirnya bersatu di bawah Wessex.

BACA JUGA: APA ITU DEEP WEB?

Taukah kalian bahwa kerjaan sebesar Inggris memiliki cerita yang horor dan juga cukup menyeramkan. Dimana beberapa anggota kerajaannya mendapatkan kutukan yang di percaya turun temurun. Kutukan (juga disebut nasib sialguna-guna atau rasa benci) adalah sebuah keinginan yang mengeskpresikan beberapa bentuk kesengsaraan atau kemalangan yang akan menimpa orang tersebut.

Salah satu kutukan yang terkenal di kerajaan Inggris adalah Hemofilia, disebut-sebut sebagai ‘The Royal Diseases’ atau penyakit kerajaan. Sebutan itu muncul ketika anak ke delapan Ratu Victoria (1837-1901), Leopold adalah seorang hemofilia.

Penyakit tersebut dibawa oleh Ratu Victoria, nenek buyut Ratu Elizabeth II yang saat itu menjadi Ratu Inggris. Leopold kecil tidak bisa bermain sebebas kakak-kakaknya. Ia lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar karena luka memarnya akibat terjatuh sulit sembuh.

Leopold juga sering mengalami pendarahan. Melansir dari Kompas.com, Ratu Victoria dan Dokter Kerajaan tak mengerti penyakit apa yang menyerang Leopold. Penyakit tersebut disebut misterius sampai-sampai disebut sebagai kutukan keluarga kerajaan

Tidak hanya itu, beberapa kutukan di bawah ini juga di alami turun temurun oleh anggota kerajaan, dan beberapa di antara mereka mengalami nasib sial sampai pada akhir hayatnya.

Kutukan Mengerikan Anak Ke 3

Dalam kerajaan Inggris memiliki keturunan adalah harus untuk penerus kerajaan. Putri-putri ini ada yang kehamilannya lancar ada juga yang bermasalah, bahkan di kaitkan dengan “kutukan” turun temurun.

Kehadiran Putra bungsu Kate Middleton dan Pangeran William membuat para sejarawan membuka-buka arsip lama keluarga kerajaan, untuk menemukan benang merah bayi itu dengan para leluhurnya

Ternyata, tercatat dalam sejarah, sejumlah anak ketiga keluarga kerajaan Inggris bernasib tidak beruntung. Termasuk, Putri Diana. Lady Diana Spencer adalah anak ketiga. Perceraian kedua orangtuanya membuat masa kecilnya tak bahagia. Setelah menikah dengan Pangeran Chales, kemalangan justru menderanya.

  • Putri Mary

Anak ketiga Raja George V, Putri Mary, Princess Royal and Countess of Harewood, lahir pada 1897, sebelum undang-undang primogeniture, hak anak sulung mewarisi takhta, diubah.

Ia adalah perempuan tunggal, di antara lima saudara laki-laki, meskipun dua dari mereka lebih muda, Mary hanya diposisikan sebagai pelengkap. Ia tumbuh besar di York Cottage, Sandringham. Ukurannya kecil, tak sebesar istana Inggris lainya dan terkesan menyeramkan.

Sementara saudara-saudaranya memilih menikah cepat, agar bisa lari dari sang ayah yang bersikap keras, Putri Mary relatif telat berumah tangga. Ia meninggal pada tahun 1965 akibat serangan jantung.

 

  • Putri Louise

Lahir pada 1867, Putri Louise adalah anak ketiga Edward VII. Ayahnya, putra sulung Ratu Victoria, terkenal playboy dan tukang selingkuh. Saat usianya dewasa, ia memilih bangsawan Skotlandia yang tidak dikenal, Earl of Fife, sebagai pasangan hidup.

Fife berusia 40 dan Louise berusia 22 tahun ketika mereka menikah. Ratu Victoria awalnya tak setuju. Ia tidak sudi seseorang berpangkat “rendah” menikah dengan cucunya. Dengan kuasanya, ia menaikkan pangkat suami Louise menjadi Duke.

Ia mengalami sial saat keluarganya berlayar ke Mesir, kapal yang di tumpanginya terdampar. Tak lama setelah itu suaminya meninggal akibat radang selaput dada. Sementara Louise pun meninggal di usia 63 tahun karena pendarahan lambung.

 

  • Putri Alice

Putri Alice atau Grand Duchess of Hesse and by Rhine adalah anak ketiga dari Ratu Victoria. Ia lahir pada 1843. Meski hidup bergelimang harta, ia tak bahagia. Pada usia 17 tahun dia harus merawat ayahnya, Pangeran Albert yang sakit-sakitan.

Alice kemudian menikah dengan pangeran Jerman, Louis dari Hesse. Putrinya, Alexandra menikah dengan Tsar Nicholas II. Ia pun menjadi permaisuri Rusia. Namanya kemudian dikenal sebagai Alexandra Feodorovna.

Anak perempuannya yang lain, Elisabeth, menikahi Grand Duke Sergei dari Rusia. Kedua putri Alice, tewas secara mengenaskan. Mereka dan keluarganya dibantai oleh kaum revolusioner Bolshevik pada 1918. Ia dendam sengan keponakannya George V karena di anggap gagal menyelamatkan anak-anaknya.

 

  • Prince Andrew

Ia adalah anak ke tiga Ratu Elizabeth II, juga di juluki Pangeran Andrew Duke of York. Anne, kakak perempuannya kala itu sudah berusia 10 tahun. Banyak yang percaya bahwa Ratu telah memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi.

Tembakan salvo 21 kali di Hyde Park dan Tower of London dilakukan, untuk merayakan kelahiran Pangeran Andrew Albert Christian Edward pada 19 Februari 1960. Awalnya, ia ada di urutan kedua pewaris takhta Inggris, setelah Pangeran Charles, hingga akhirnya tergeser di posisi ketujuh.

Andrew punya karier lumayan cemerlang di dunia kemiliteran sangat bagus saat itu, namun skandal perceraian, dan circle nya dengan milyader asal AS Jeffery Epstein (pedofilia) membuat reputasinya sebagai pangeran rusak sudah.

Selama berabad-abad sejarah Kerajaan Inggris, kehidupan anak ketiga dilanda nasib buruk seperti pernikahan yang kelak tidak berakhir bahagia, harus berjuang menghadapi penyebaran penyakit, atau bahkan meninggal di usia muda.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.