Freemason Bukan Kembaran Illuminati

Freemason Bukan Kembaran Illuminati – Freemason diduga bersembunyi di balik berbagai hal. Mulai dari perencanaan ibu kota negara hingga peristiwa-peristiwa penting.

Menurut profesor Sejarah dari University of California Los Angeles, Margaret Jacob, anggota Freemasonry memang membicarakan beberapa kejadian-kejadian politik tertentu, tapi mereka menilai pembicaraan tentang afiliasi terhadap ideologi atau partai politik itu dilarang.

Freemasonry bukan agama. Meski ada ritual-ritual sendiri di dalamnya, tapi tak ada pendeta atau rabbi maupun sistem keuskupan yang dianut. Setiap anggota bebas berpikir sesuai dengan keyakinannya.

Anggota persaudaraan ini penuh teka-teki, dari politisi terkemuka sampai pemilik bisnis raksasa. Akan tetapi, siapa sejatinya anggota Freemason? Apa yang mereka perjuangkan? Apakah benar ada ritual rahasia di antara mereka? Berikut hal-hal yang mungkin tidak anda ketahui tentang Freemason/Freemasonry.

Mereka Adalah…

Kelompok ini dimulai pada abad pertengahan di Eropa sebagai sebuah serikat pekerja yang terampil. Karena runtuhnya bangunan katedral, fokus kelompok itu bergeser. Saat ini, menurut Margaret Jacob, Profesor Sejarah di Universitas California, Los Angeles. Mereka adalah organisasi sosial dan filantropis yang dimaksudkan untuk membuat anggotanya menjalani kehidupan yang berbudi luhur dan berorientasi sosial.

Meskipun ia bukan serikat rahasia, tetapi ia memiliki sandi dan ritual rahasia yang berasal dari perkumpulan abad pertengahan. Ada enam juta anggota yang tercatat pada tahun 2020. Dengan angka setinggi itu, seharusnya mudah untuk mengetahui apa sebenarnya seorang Mason dan apa yang mereka yakini.

Tetapi organisasi tersebut memiliki reputasi untuk tetap tutup mulut tentang apa yang terjadi di balik pintu yang tertutup. Freemansonry dalah organisasi persaudaraan tertua di dunia. Gereja Katolik mengecam keberadaan Freemasonry. Menurut Margaret Jacob, Gereja Katolik di Eropa sempat curiga dan mengecam kelompok ini.

 

Sumber kecurigaannya adalah karena para pria yang datang dari berbagai wilayah dan memiliki profesi berbeda-beda berkumpul di sebuah tempat, membagikan roti di antara mereka, serta melakukan ritual tertentu.

Awal Terbentuknya Freemansory

Banyak dugaan gerakan kebebasan berpikir dan anti dogma (terutama terhadap agama) ini sudah ada sejak sebelum abad pertengahan. Bukti ini didapatkan dari ditemukannya manuskrip dari sebuah perusahaan bangunan Inggris. Manuskrip itu berisi konstitusi dan aturan-aturan organisasi, landasan hukum, serta hak dan kewajiban anggota.

Data-data ini yang di kemudian hari merupakan dasar pembentukan organisasi yang digunakan oleh Freemason, dan masih digunakan hingga saat ini. Pekerjaan dan spirit kerja dalam Freemasonry ditujukan pada menemukan bagaimana harapan-harapan utama manusia dalam menempuh kehidupan ini.

Pada tahun 1738, Gereja Katolik mengecam Freemasonry dan sejak itu menyatakan permusuhan secara terbuka melawan kelompok itu. Di tahun 1983, Kardinal Joseph Ratzinger atau yang kemudian dikenal sebagai Paus Benedict XVI mengkonfirmasi posisi Gereja tersebut.

Para Anggotanya Adalah Elit Dunia

Untuk mereka Regularitas adaSimbol Freemason yang paling dikenal adalah “The Square and Compasses”. Simbol itu dipahami sebagai sudut kanan mistar pembangun yang bergabung dengan jangka, alat sentral dalam geometri, yang menurut beberapa ahli di Massachusetts Institute of Technology, geometri diwakili oleh “G” di jantung simbol. Sementara, versi lain menafsirkan “G” sebagai wakil Tuhan, “Arsitek Agung Alam Semesta.”

Mekanisme konstitusional di mana Loji Besar atau Orient Besar saling memberikan pengakuan bersama satu sama lain. Pengakuan ini memungkinkan hubungan formal pada tingkat Loji Besar, dan memberi kesempatan kepada para anggota Freemasonry untuk menghadiri rapat Loji di yurisdiksi lain yang telah diakui.

Dalam upaya kebersatuan anggota sebagai ikatan persaudaraan, adalah dengan cara melihat segi positif pemikiran setiap individu, dan meninggalkan segi negatifnya. Berkumpul dalam Loji adalah merupakan tradisi sejak awal di mana para anggota akan saling bertukar pikiran, dan yang lebih penting adalah tetap membina ikatan persaudaraan atau brotherhood.

Ancient Arabic Order of Nobles of the Mystic Shrine atau The Shriners yang didirikan pada tahun 1870 dan bermarkas di Tampa, Floria, adalah Freemason. Mereka adalah organisasi non-profit yang mengoperasikan 22 rumah sakit anak-anak di mana para pasien tidak membayar sepeserpun.

Organisasi ini kurang lebih seperti sekumpulan cedekiawan yang berkumpul membentuk organisasi persaudaraan. Freemason sendiri hanya menerima anggota laki-laki. Dari 56 orang petinggi Amerika saat kemerdekaan yang menandatangani Deklarasi Kemerdekaan, hanya sembilan orang yang memang anggota Freemasonry.

Mereka itu antara lain George Washington, Benjamin Franklin, James Monroe, John Hancock dan Paul Revere adalah Freemason. Sementara sosok-sosok terkenal seperti Thomas Jefferson, James Madison, Thomas Paine.

Organisasi ini melarang atheis dan agnostik untuk bergabung. Menurut ahli sejarah Freemasonry, Brent Morris, kelompok ini terdiri dari orang-orang beragama. Bagi mereka, peran Tuhan sangat penting dalam kehidupan mereka sebagai manusia.

Mereka menginginkan orang-orang yang memiliki keyakinan terhadap Tuhan. Sebab itulah yang bisa membuat mereka menjadi orang baik yang kemudian bisa menjadi pria hebat. Freemasonry ingin membuat dunia lebih baik, tanpa mengacak-acak tatanan dunia yang sudah ada.

Berbeda Dengan Illuminati

Lambang The Eye of God atau Mata Tuhan yang Bisa Melihat Ke Semua Arah seringkali diasosiasikan dengan kelompok rahasia seperti Illuminati dan Freemasonry. Simbol tersebut ada di mata uang Amerika. Tapi lambang itu sudah di gunakan banyak komunias pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai anggota suatu Loji, komunitas Freemasonry mempunyai hierarki tiga tingkatan dari yang terrendah hingga yang tertinggi yaitu murid, pekerja, dan master. Setiap master mempunyai tugas untuk membimbing murid-muridnya dan membantu para pekerja agar dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Para Master mempunyai hierarki dengan tingkatan yang tertinggi adalah tingkat 33 yang merupakan Grand Master untuk suatu negara. Berbeda dengan Illuminati yang lebih “segan” menata dunia, Freemason di kenal lebih santai dan fokus pada urusan mereka sendiri, sekalipun itu berurusan dengan tatanan dunia baru.

Iluminati didirikan oleh seorang profesor hukum Universitas Ingolstadt, Adam Weishaupt pada 1 Mei 1776. Organisasi rahasia itu didirikannya untuk melawan pengaruh agama pada kehidupan masyarakat. Iluminati juga menentang penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah. Weishaupt mengharapkan pemerintah tetap memberikan ruang yang aman bagi masyarakat untuk mengeluarkan kritikan, berdebat dan bebas berpendapat.

Weishaupt terinspirasi oleh penyebaran Pencerahan di seluruh Eropa, ia juga memanfaatkan ide-ide yang diungkapkan oleh para Yesuit (ordo dalam Gereja Katolik Roma yang dikenal dengan kedisiplinannya), di mana ia adalah mantan anggotanya. Lalu, ia juga mengadobsi ide dari Kabbalah dan Freemason. Dia merekrut banyak orang dari kelompok tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *